Showing posts with label Management Process. Show all posts
Showing posts with label Management Process. Show all posts

Sunday, May 10, 2015

APLIKASI KOMPUTER DAN ROBOT DI INDUSTRI

A. MENGAPA MENGGUNAKAN ROBOT
             Robot tidak dipergunakan pada lingkungan kerja secepat diharapkan oleh para pendukungnya. Beberapa faktor yang menghambat antara lain adalah kehandalan, biaya yang tinggi dan suku bunga yang cukup tinggi dari perbankan. Akan tetapi, karena desakan Jepang yang tidak tertahankan, negara-negara di Amerika Utara dan Eropa Barat mulai memikirkan untuk memanfaatkan robot di industri mereka. Mereka berharap untuk dapat memulihkan kejayaan ekonomi mereka. Industri mobil di Amerika Serikat mengalami masa suram, karena kalah bersaing dengan produk Jepang. Mereka menerapkan otomasi industri dengan robot dan berharap dapat merebut kembali pasaran mobil didalam negeri.
            Robot dapat mempengaruhi proses industri dalam beberapa hal:
  1. Peningkatan Produktivitas. Jam kerja pabrik bertambah, mudah melakukan pergantian alat, otomasi skala kecil dapat diwujudkan.
  2. Kestabilan dan Peningkatan Kualitas Produk. Variasi hasil produksi berkurang, jam kerja mendekati 24 jam sehari, dikurangi waktu pergantian pekerja.
  3. Peningkatan dalam Manajemen Produksi. Berkurangnya tenaga kerja mengurangi masalah personalia, mengatasi masalah kurangnya tenaga terampil.
  4. Lingkungan kerja yang manusiawi. Pekerja tidak usah bekerja didaerah yang berbahaya bagi mereka, tidak bekerja secara monoton.
  5. Penghematan sumber daya. Robot yang efektif akan membantu penghematan material dan suku cadang, tidak perlu pendingin atau pemanas ruangan dan mungkin tidak terlalu membutuhkan penerangan.
Dengan diambil alihnya tugas manusia oleh robot, maka kesehatan karyawan (terutama yang bekerja di daerah berbahya) meningkat, kecelakaan dapat dikurangi. Keselamatan kerja dan penghematan biaya perawatan karena kecelakaan kerja akan terus membaik, cenderung menguntungkan perusahaan dan para pekerja. Biaya-biaya yang dapat dihemat meliputi biaya-biaya berikut ini:
-               Biaya kompensasi karyawan, karena kecelakaan. Termasuk disini adalah
-               biaya perawatan dan ganti rugi penghasilan.
-               Kerugian karena karyawan tidak masuk kerja, baik karena sakit maupun karena kecelakaan kerja.
-               Biaya untuk sistem pengaman keselamatan kerja. Pada tahun 1982, biaya jenis ini mencapai 5.2 miyar dollar, sekitar 1.4 persen dari jumlah investasi.
-               Biaya pengacara, untuk kasus-kasus yang memerlukan jasa ahli hukum dan persidangan.
Robot sendiri dapat mengganggu keselamatan kerja, bila dipasang dengan perhitungan yang kurang matang. Keselamatan rekan sekerjanya (manusia) perlu untuk dipikirkan lebih matang. Robotic Industries Association (RIA) mengusulkan seperangkat bakuan industri yang baru, untuk melindungi manusia dari kemungkinan “gangguan” robot. Bakuan ini didasarkan pada pola pemikiran yang sederhana: jangan bekerja disekitar robot, ketika dia sedang beroperasi. Penting untuk diselidiki semacam sistem pengaman khusus yang memungkinkan dia berhenti bekerja bila terjadi hal-hal yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Sensor pada robot harus ditambahkan, untuk mencakup kemampuan ini.
            Pengembangan teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam produktivitas. Menurut laporan dari Brookings Institute, faktor-faktor yang berpengaruh pada produktivitas adalah: teknologi 38,1%, modal 25,4%, kualitas karyawan 14,3%, skala ekonomi 12,7% dan pembagian sumber daya 9,5%.
2.  Mengapa Jepang Unggul?
            Bagaimana pengalaman negara yang banyak memanfaatkan robot ini? Sebuah laporan dari Robert H. Hayes dari Harvard Business School mengungkapkan bahwa Jepang berhasil karena gaya manajemen yang tangguh dan kualitas pengendaliannya yang prima. Perincian dari laporannya tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
-                      Menciptakan ruang kerja yang bersih dan teratur.
-                      Inventaris yang seminimum mungkin.
-                      Kestabilan dan kesinambungan dalam proses manufaktur.
-                      Menghindari beban mesin yang berlebihan.
-                      Pemantauan yang lengkap dari sistem peringatan bahaya dini.
-                      Atmosfir tanpa krisis.
-                      Konsep “tanpa cacat” (zero defect) dan “memikirkan kualitas” dalam perencanaan, latihan, umpan balik dan material.
-                      Penekanan pada kepentingan jangka panjang, pegawai seumur hidup.
-                      Tak tergantung pada perlengkapan, maksudnya seluruh perlengkapan produksi dapat dibuat didalam negeri.
Menurut Peter F. Drucker, keberhasilan Jepang bukan suatu keajaiban, tapi karena mereka benar-benar mencurahkan seluruh pemikiran mereka untuk mengelola perusahaan-perusahaan mereka yang besar dan rumit. Menurut Drucker, ada 4 kebiasaan utama di kalangan para pimpinan perusahaan Jepang, yaitu:
-                           Mereka menghadapi persaingan dengan sungguh-sungguh.
-                           Kepentingan Nasional diutamakan.
-                           Hubungan keluar, dianggap penting.
-                           Tidak pernah ada “kemenangan terakhir”. 
Kompleks mobil Toyota di Toyota City,Jepang,mungkin merupakian pabrik mobil yang paling efisien di Dunia. Cara pendeketan Toyota, memiliki 3 tujuan utama: (a) inventaris, ditekan seminimum mungkin (b) memastikan bahwa setiap langkah produksi dilakukan dengan benar, walaupun memperlambat jalanya peoses perakitan dan (c) terus mengulangi jumlah pekerja yang menangani produksi. Butir terakhir ini berarti meningkatnya otomasi, tidak selalu dengan robot, walaupun robot merupakan pilihan yang paling utama.
2. Pekerja Dan Teknologi
Di Jepang,terdapat tradisi yang kuat untuk bekerja sama, antara perusahaan, pekerja dan pemerintah. Bentuk kerja sama ini banyak dikritik di Amerika Serikat, sebagai praktek yang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat. Di dalam setiap masalah, industri di Jepang memerlukan konsultasi dengan para pekerja, sewktu ingin menerapkan robot pada tempat kerja mereka. Perusahaan meyakinkan para pekerja, bahwa meledaknya teknologi rangkain terpadu, menciptakan lebih banyak lapangan kerja dari pada jabatan pekerjaan yang diambil alih oleh robot.
Robot digunakan, pertama kali pada sebagian dari jalur produksi, terutama pada bagian-bagian yang ditangani oleh pekerja-pekerja wanita. Karena pekerja wanita di Jepang biasanya akan  berhenti setelah dua atau tiga tahun bekerja, untuk menikah ; robot dapat memasuki tempat kerja dengan mulus, tanpa harus memecat atau memindahkan pekerja.
Randy Hale dari National Association of Managers, yang mewakili 13.500 manajer dari berbagai perusahaan, membuat sebuah pernyataa : “dalam jangka dekat, otomasi akan merugikan serikat buruh. Tapi dalam jangka panjang, hal itu akan menguntungkan karena otomasi akan meningkatkan produktivitas, yang menimbilkan kesempatan untuk menciptakan lapangan kerja yang baru”. Dia berkilah bahwa pekerjaan yang ada sekarang akan ditingkatkan dan pekerja akan tetap diperlukan untuk jenis pekerjaan yang bermutu danmenarik. Banyak pimpinan serikat buruh yang tidak dapat diyakinkan. George Kohl, seorang peneliti masalah ekonomi dari Comunication Workers of Amerika, menyatakan sebagai berikut :
Gagasan bahwa otomasi akan menciptakan lapangan kerja tingkat tinggi tidaklah benar. Studi dar Boston College pada para pekerja di industri diegantara, yang menerapkan peralatan baru untuk otomasi, menemukan fakta bahwa hanya satu dari setiap 5 pekerja, dilatih untuk menggunakan mesin teknolgi tinggi, sedangkan sisanya tetap bekerja ditingkat pekerjaan yang rendah, jenis pekerjaan yang bersifat pelayanan.
Pengembangan teknologi di pabrik menjanjikan produk masa depan yang berharga rendah dan berkualitas tinggi. Manusia tidak perlu lagi untuk bekerja di lingkungan yang kurang menyenangkan, seperti lingkungan yang panas, kotor, bising dan membahayakan kesehatan.
B. OTOMASI INDUSTRI
Para industriawan terkemuka saat ini berlomba-lomba untuk memenfaatkan teknologi, mencari kemungkinan-kemungkinan baru untuk meningkatkan produktivitas industrinya. Mereka mulai mengembangkan jaringan elektronik, bahkan system kendalidengan computer pada unit produksi mereka, yang dapat menyederhanakan operasi mereka dari mulai ruang administrasi, jalur perakitan sampai kepada ruang pengiriman hasil produksi. Berikut ini dikemukakan  beberapa istilah pokok, yang digunakan untuk membedakan daerah aplikai computer di industri.
Computer Aided Design 9cad0, berfungsi sebagai meja gambar elektronik untuk para perncang dan juru gambar. Aplikasinya terutama di industri penerbangan, mobil, rangkaian terpadu dan produk teknologi tinggi lainnya. Termasuk dalam kawasan iniistilah-istilah  sejenis seperti Computer Aided Drafting dan Computer Aided Engineering (CAE). CAE lebih mengarah kepada perancangan dan analisis yang bersifat interaktif.
Computer Aided Manufacturing (CAM), termasuk pada jenis alat untuk otomasi manufaktur yang digunakan pada lantai produksi. Beberapa jenis diantaranya adalah ROBOT, Numerically Controlled (NC) machine dan apa yang disebut sebagai FLEXIBLE MANUFACTURING SYSTEM (FMS). FMS adala suatu unit produksi yang mampuuntuk memproduksi berbagai jenis produk yang berbeda dengan campur tangan manusia yang minimal. Daerah lain yang termasuk dalam CAM adalah Automated Materials Handling (AMH) dan automated Storage and Retrival System (AS/RS).
 Alat Bantu manajemen dan penyusunan strategi yang terpenting adalah Computer Integreted Manufacturing (CIM) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM). CIM berfungsi dalam memedukan dan mengkordinasikan perancangan, manufactur dan manajemen berbasis computer. Daerah lain adalah Computer Aided Planning (CAP) dan Computer Aided Process Planning (CAPP), yang lebih berperan dalam mengatur aliran pekerjaan secara efisien; termasuk menghasilkan aliran produksi yang optimal.
C. CAD/CAM
Robot hanya merupakan bagian dari manufaktur. Pabrik masa depan diharapkan akan diorganisir dengan (a) computer dan system grafis yang canggih pada tingkat perancangan (CAD) dan (b) computer, mesin NC (NUMERICALLY CONTROLLED), system penyaluran dan robot pada tingkat manufactur ( CAM ).
CAD dan juga CAE, telah dibicarakan sejak beberapa tahun terakhir ini. Para akar industri melihat potensi dari CAD yang besar untuk mempercepat proses dalam industri. Akan tetapi pada kenyataannya CAD dan CAE bergerak sangat lambat dalam industri. cAD dan CAE bukan  suatu keajaiban, tapi hanya seperangkat alat Bantu yang sangat berpotensi untuk mendorong lajunya proses dalam industri.
 Walaupum CAD dan CAM telah dibayangi oleh penemuan teknologi baru lainnya, ia tetap merupakan produk teknologi yang penting bagi industri, karena kemampuannya untuk membentuk objek 3 dimens, mendorong otomasi pabrik, memadukan rancangan dan manufactur; dan memungkinkan penempatan stasiun kerja yang letaknya tersebar. Masuknya computer ke industri tidak selalu menjamin percepatan proses secara keseluruhan; meskipun demikian, beberapa bagian dari industri manufactur setuju, bahwa CAD sangat membantu mereka untuk mempersingkat waktu perancangan.
Penemuan-penemuan terakhir dalam kecerdasan buatan (AI), teknik pengolahan citra, grfika computer dan system mekanis dengan ketelitian tinggi akan semakin memantapkan kedudukan CAD dan CAM didalam industri.
D. CIM
Teknologi lain yang membayangi CAD/CAM adalah CIM (COMPUTER INTEGRATED MANUFACTURING). Banyak perusahaan yang mulai berkecimpung dalam bidang ini, antara lain IBM, GE dan beberapa perusahaan lainnya.
CIM masih sulit diperoleh. Banyak komentator yang menyatakan bahwa CIM lebih merupakan suatu cara pendekatan dari pada system manufactur yang mapan. Ia memilki beberapa sifat yang menonjol. CIM banyak diperbincangkan sehubungan dengan dua organisasi manufaktur yang terpadu secara vertkal, tata cara CIM yang banyak dikenal, menggunakan CAD untuk merancangproduk dan system CAM untuk membuat produk secara langsung berdasarkan instrusi CAD. Proses secara keseluruhan , termasuk kendali invertaris, strategi pengapalan, jadwal produksi dan prosedur-prosedur lainnya yang tergantung dari system SIM dan CAD.
Pendekatan lain dari CIM, dapat dilihat dari kacamata dengan 3 sudut pandang: pemakai, teknologi dan perusahaan. Pemakai memikirkan aspek usahanya, termasuk masalah-masalah keuangannya dan juga pemasarannya. Tehnik manajemenyang digunakan termasuk pengendalian kualitas secara keseluruhan (TQC: TOTAL QUALITY  CONTROL), perencanaan kebutuhan material (MRP: Materials Requiremqnt Planning) dan tepat waktu  (JIT JUST IN TIME).
Sudut pandang kedua, teknologi ; menekankan peran pemasok pada system CIM : peralatan computer, perangkat lunak, system basis data dan system komunikasi.

Yang terakhir, adalah dari sudut pandang perusahaan. Pandangan perusahaan akan menelusuri beberapa aspek pokok CIM seperti perancangan dan manajemen proyek, system dan bakuan, anggaran, pengendalian unjuk kerja dan tanggung jawab organisasi. Bakuan merupakan masalah pokok dalam seluruh proses, suatu kebutuhan dasar yang menjamin pertumbuhan dan pemanfaatan yang maksimal dari teknolgi baru. Manajemen harus memikirkan  berbagai aspek investasi dan dampak sampingannya, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan produktivitas dari unit produksinya. CIM bukan merupakan teknologi yang siap pakai, tapi lebih berupa cara pendekatan untuk memanfaatkan kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam teknologi computer, robot, perangkat lunak, grafika dan system informasi.



E. APLIKASI NON INDUSTRI
Dalam jangka dekat, robot akan masih beroperasi di daerah industri, akan tetapi aplikasi di daerah lain mulai muncul di cakrawala.
Laporan dari JAPANESE INDUSTRIAL ROBOT ASSOCIATION, memperkirakan aplikasi non industri dari robot, seperti berikut ini :
  1. Tenaga nuklir. Menagani bahan yang berbahaya pada reactor nuklir, pemeriksaan  rutin dan mendadak pada reactor.
  2. Bidang medis dan social. Perawat robot akan merawat para penderita cacat dan orang tua, membantu kegiatan bedah tertentu, memadamkan api dan membersihkan jalan.
  3. Budidaya Kelautan. Bekerja pada kapal penangkapan ikan. Kapal selam robot yang dapat membantu peternakan ikan membangun bangunan bawah air, pertambangan bawah air, pencari objek atau benda di air yang dalam dan lain-lain.
  4. Pertanian dan Kehutanan. Penyemprotan bahan anti hama , menebar benih dan pupuk, memeriksa telur dan membungkusnya, memerah susus, mengolah kayu, memanen buah dan mengumpulkan sisa produksi.
  5. Konstruksi. Merakit baja struktur super, mengecat atau membersihkan gedung tinggi, menyelesaikan bagian dalam dan bagian luar dari bangunan pencakar langit.
Aplikasi yang diramalkan, adalah robot untuk perumahan (hone robot),berdiri sendiri mungkin dihubungkan dengan computer pribadi. Beberapa perusahaan menawarkan robot semacam ini, yang dikendalikan oleh mikro. Perusahaan tersebut antara lain adalah Zenith Radio Corporation’s Health Company dan Androbot. Kemampuan robot masih terbatas, tapi diharapkan dalam beberapa tahun mendatang kemampuan mereka akan sangat meningkat, sehingga dapat dimanfaatkan untuk keamanan, perawatan dan pembersih rumah.

Sunday, May 3, 2015

MANAGEMENT INVENTORY IN INDUSTRY (MANAJEMEN PERSEDIAAN)

MANAGEMENT INVENTORY (MANAJEMEN PERSEDIAAN) 
Untuk bahasa Indonesianya ada dibagian bawah setelah bahasa  Inggris
 A. Benefits of Inventory Management
Inventory control problem is one of the important issues facing the company, in most company’s supply a large part of which is listed in the balance sheet. Stocks that are too large or too little can cause problems that complicated. Persuading management that can effectively contribute to the company's earnings.
Working Capital Management usability is to maintain the smooth production and gross receipts. This is the question that must be answered:
-          How many units should be arranged or made at a certain time?
-          At what sum of inventory has to be ordered or made?
-           The type of inventory that which requires special attention?
Inventory management task is to provide the necessary supplies to ensure continuity of the company's operations at minimal cost levels (TC min).
Inventory management (inventory) relationship with parties related to inventory
· With the benefit of purchasing managers, purchasing decisions orientation of the material in large quantities to obtain the discount / piece of suppliers.
· In the interests of production managers, purchasing decisions orientation of the material in large quantities to ensure a smooth production process.
· In the interests of financial managers, orientation material purchasing decisions in large amounts to obtain the discount / piece of suppliers.
· In the interests of production managers, purchasing decisions orientation of the material in small quantities for the efficient use of funds
The role of inventory management is to reconcile the interests of the inventory policy that is acceptable to the various interests in order to achieve company goals.

B. Type Inventory
Wide inventory, depending on the type of company (raw materials, goods in process, finished goods, spare parts, etc.). At manufacturing companies generally have three types of inventory, namely:
· Raw materials / material
· Goods in process (intermediate goods)
Finished goods

C. Factors Affecting Stock Levels
In general, large-small inventory depends on some factors:
· Lead time, namely the length of the waiting period ordered material comes.
· Frequency of use of the material during the first period, which leads to high frequency of purchases into smaller inventory amount for one period of purchase
· The amount of funds available
· Durability material
Specifically factors that affect supply are:
· Raw materials, influenced by: the estimated production, the seasonal nature of production, reliable suppliers, and the level of efficiency of purchasing and production scheduling.
· Goods in the process, influenced by: the length of the production that is the time it takes from the time the raw materials into the production process until the completion of the finished goods.
· Finished goods, the inventory is actually a problem of coordination of production and sales.
Inventory decision criteria to be acceptable to all parties concerned are:
· To ensure a smooth production process

· Can be reached by available funds
· The number of optimal purchase
D. Method of Inventory Control
There are several models of approaches to analyze the inventory of a company, which is the model of Economic Order Quantity (EOQ), models Back Order, Fixed Production models and models Quantity Discount rate all of which assume that all the parameters are known with certainty (deterministic models).
A common approach used for inventory management is the EOQ (Economic Order Quantity Model) and most recently with the MRP method models (the models of inventory management is discussed in more detail in the course of operational management and inventory management).
This model is used to determine the number of purchases of raw materials, namely the optimal amount to be booked with the lowest cost (economical).
There are two basic decisions in the EOQ, namely:
· What is the amount of raw materials that must be booked at the raw materials need to be repurchased (Replenishment Cycle)
· When to do the purchasing back (Reorder point)
The assumptions used in the analysis of this EOQ is:
a. The amount of raw material requirements can be determined in advance exactly to use for 1 year / 1 a certain period.
b. The use of raw materials is always at a constant level continuously
c. Orders received at exactly the same level of inventory to zero (0) or above safety stock (inventory minimum / iron)
d. Constant prices during certain periods
Formula Economic Order Quantity (EOQ):





E. Cost of inventory
There are three types of costs associated with inventory, namely:
1. Ordering cost (the cost of messaging and marketing)
eg booking fees, set up costs, shipping and handling (loading and unloading), rebates because a large amount of the purchase.
2. Carrying cost (storage)
For example: the cost of storage, insurance, property tax, capital costs, depreciation
3. The cost of safety stock, for example: lost sales, loss of customer confidence, disruption of production schedules.






Examples:
Companies need 400,000 tons of coal per year, the cost of storage per ton Rp 40,000 per year and the cost of booking Rp 5000,000 per order and lead time for 5 days and considers 1 year is 360 days. What is the most economic order quantity, order frequency and ROP?
                       
                                                2x5000.000x400.000
               EOQ = ---------------------------------------
                                                            40,000
             = 10,000 tons
            Ordering frequency = 400,000 / 10,000 = 40 times
            Reorder point = 10,000 / 9 x 5 = 5555.5 tons

· ROP: inventory levels where reservations must be made so that the goods can arrive on time.
                                    ROP = L x Q
            Specification:
            L = lead time
            Q = average usage (per day, per week, or per month)



F. Development EOQ model to shape an uncertain
• In the face of uncertain circumstances, the application of the EOQ model needs to be developed taking into account the safety stock.
• The maximum amount of inventory safety stock = EOQ +
• Total cost of inventory:
            TC = EOQ / 2 (Cc) + D (Co) + Total safe of inventory (Cc)



Problem:
ABC Company has the following supplies information:
            1. Orders only done dg multiples of 100 units
            2. The use of 300,000 units per year (assuming: 50 weeks / year)
            3. B / deposit 30% from the purchase price
            4. The purchase price of $ 10 / unit
            5. The booking fee $ 50 / order
            6. Safety stock of 1000 units (do not include stock during delivery)
            7. Period of delivery 2 weeks
           
            Define:
            a. Optimal EOQ
            b. The number of orders in 1 yr
            c. Maintain desired stocking levels and reorder points

Indonesia version :
A. Manfaat Manajemen Persediaan
Masalah pengendalian persediaan merupakan salah satu masalah penting yang dihadapi perusahaan, pada kebanyakan perusahaan persediaan merupakan bagian besar yang tercantum dalam neraca. Persediaan yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat menimbulkan masalah-masalah yang pelik. Manajemen persedaiaan yang efektif dapat memberikan sumbangan kepada keuntungan perusahaan.
Kegunaan Manajemen Modal Kerja adalah mendukung kelancaran produksi dan penjualan. Pertanyaan pokok yang harus dijawab adalah:
o      Berapa unit yang harus dipesan atau diproduksi pada suatu waktu tertentu?
o      Pada jumlah berapa persediaan sudah harus dipesan atau diproduksi?
o      Jenis persediaan yg mana memerlukan perhatian khusus?
Tugas manajemen persediaan adalah menyediakan persediaan yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan operasi perusahaan pd tingkat biaya minimal (TC min).
Manajemen Persediaan (inventory) hubungannya dengan pihak-pihak yang terkait dengan persediaan
·           Dengan kepentingan manajer pembelian, orientasi keputusan pembelian material pada jumlah besar untuk memperoleh discount/potongan dari supplier.
·           Dengan kepentingan manajer produksi, orientasi keputusan pembelian material pada jumlah besar untuk menjamin kelancaran proses produksi.
·           Dengan kepentingan manajer keuangan, orientasi keputusan pembelian material pada jumlah besar untuk memperoleh discount/potongan dari supplier.
·           Dengan kepentingan manajer produksi, orientasi keputusan pembelian material pada jumlah kecil untuk efisiensi penggunaan dana
Peran manajemen persediaan adalah merekonsiliasikan kepentingan-kepentingan ke dalam kebijakan persediaan yang dapat diterima oleh berbagai kepentingan demi untuk mencapai tujuan perusahaan.

B. Jenis Persediaan
Macam persediaan, tergantung jenis perusahaan ( bahan baku,barang dalam proses, barang jadi, suku cadang dll ). Pada perusahaan manufaktur umumnya mempunyai 3 jenis persediaan yaitu:
·           Bahan baku/material
·           Barang dalam proses (barang setengah jadi)
·           Barang jadi

C. Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Persediaan
Secara umum besar-kecilnya inventory tergantung pada beberapan faktor :
·           Lead time, yaitu lamanya masa tunggu material yang dipesan datang.
·           Frekuensi penggunaan bahan selama 1 periode, frekuensi pembelian yang tinggi menyebabkan jumlah inventory menjadi lebih kecil untuk 1 periode pembelian
·           Jumlah dana yang tersedia
·           Daya tahan material
Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan adalah:
·           Bahan baku, dipengaruhi oleh : perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkan pemasok, dan tingkat efisiensi penjadualan pembelian dan kegiatan produksi.
·           Barang dalam proses, dipengaruhi oleh: lamanya produksi yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk ke proses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.
·           Barang jadi, persediaan ini sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.
Kriteria keputusan persediaan agar dapat diterima semua pihak yang terkait adalah:

Dapat menjamin kelancaran proses produksi

·                   Dapat dijangkau oleh dana yang tersedia
·                   Jumlah pembelian optimal
D.    Metode Pengendalian Persediaan
Ada beberapa model pendekatan untuk menganalisis persediaan suatu perusahaan, yaitu dengan model Economic Order Quantity (EOQ), model Back Order, model Fixed Production rate dan model Quantity Discount yang kesemuanya berasumsi bahwa semua parameter telah diketahui dengan pasti (model-model deterministic).
Pendekatan yang umum digunakan untuk manajemen persediaan adalah dengan EOQ (Economic Order Quantity Model) dan yang terbaru dengan metode MRP model (mengenai model-model manajemen persediaan dibahas lebih rinci di mata kuliah manajemen operasional dan manajemen persediaan).
Model ini digunakan untuk menentukan jumlah pembelian bahan baku yang optimal yaitu jumlah yang harus dipesan dengan biaya yang paling rendah (ekonomis).
Ada dua keputusan dasar dalam EOQ, yaitu:
·      Berapa jumlah bahan baku yang harus dipesan pada saat bahan baku tersebut perlu dibeli kembali (Replenisment Cyle)
·      Kapan perlu dilakukan pembeliaan kembali (Reorder point)
Asumsi yang digunakan dalam analisis EOQ ini adalah:
a.  Jumlah kebutuhan bahan baku sudah dapat ditentukan lebih dahulu secara pasti untuk penggunaan selama 1 tahun/ 1 periode tertentu.
b.  Penggunaan bahan baku selalu pada tingkat yang konstan secara kontinyu
c.  Pesanan persis diterima pada saat tingkat persediaan sama dengan nol (0) atau di atas safety stock (persediaan minimal/besi)
d.  Harga konstan selama periode tertentu

Rumus Economic Order Quantity (EOQ):




E. Biaya inventory
Ada 3 macam biaya yang berhubungan dengan inventory yaitu:
1.  Ordering cost (biaya pesan dan pemasaran)
contohnya: biaya pemesanan, set up cost, biaya pengiriman dan penangannya (bongkar-muat), potongan harga karena jumlah pembelian besar.
2.  Carrying cost (biaya penyimpanan)
Contohnya: biaya gudang, asuransi, pajak kekayaan, biaya modal, penyusutan
3. Biaya persediaan pengaman, contohnya: kehilangan penjualan, kehilangan kepercayaan pelanggan, gangguan jadwal produksi.



Contoh:
Perusahaan membutuhkan batubara 400.000 ton per tahun, biaya penyimpanan per ton Rp 40.000 per tahun dan biaya pemesanan Rp 5000.000 per pesanan dan lead time selama 5 hari dan anggap 1 tahun adalah 360 hari. Berapa jumlah pesanan yang paling ekonomis, frekuensi pemesanan dan ROP ?
                       
                                                2x5000.000x400.000
               EOQ =           ---------------------------------------
                                                            40.000
             = 10.000 ton
            Frekuensi pemesanan = 400.000 / 10.000 = 40 kali
            Reorder point = 10.000 / 9 x 5 = 5.555,5 ton

·           ROP: tingkat persediaan dimana pemesanan harus dilakukan agar barang dapat datang tepat pada waktunya.
                                    ROP= L x Q
            Keterangan:
            L=lead time
            Q= pemakaian rata-rata (per hari, per minggu, atau per bulan)

F.  Pengembangan model EOQ untuk keadaan yang tidak pasti
•         Dalam menghadapi kondisi yang tidak pasti, maka penerapan model EOQ perlu dikembangkan dengan memperhitungkan persediaan pengaman.
•         Jumlah persediaan maksimum = EOQ + persediaan pengaman
•         Total biaya persediaan:
            TC = EOQ/2 (Cc) + D (Co) + Jml persed pengaman (Cc)


Soal:
Perusahaan ABC mempunyai informasi persediaan sbb:
            1. Pesanan hanya dilakukan dg kelipatan 100 unit
            2. Penggunaan per tahun 300.000 unit (asumsi: 50 minggu/th)
            3. B/penyimpanan 30% dr harga beli
            4. Harga beli $10/unit
            5. Biaya pemesanan $50/pesanan
            6. Safety stock 1000 unit (tdk termasuk stok selama pengiriman)
            7. Masa pengiriman 2 minggu
           
            Tentukan:
            a. EOQ optimal
            b. Jumlah pesanan dlm 1 thn
            c. Tingkat persediaan untuk melakukan pemesanan ulang